Di Balik Kekuatan Al Quran

quran-tadabur-dalam

Al-Qur’an… Sebuah kata yang sangat populer di dunia sejak ia diturunkan 14.5 abad silam sampai hari ini. Kalau kita tanya sama mbah “Google”, maka ia akan menjawab : Ada sekitar 68.5 juta kata Al-Qur’an tercantum di dalamnya…. Subhanallah… Sebaliknya, jika kita tanya umat Islam yang mencapai 1.6 milyar terkait hakikat Al-Qur’an, pasti jawaban mereka akan beragam… Jika kita fokuskan lagi pertanyaannya terkait Al-Qur’an seperti, sudahkan anda lancar membaca Al-Qur’an? Berapa banyak anda membaca Al-Qur’an perhari? Sudahkan anda memahami dan mentadabburkan semua isi Al-Qur’an? Berapa banyak anda menghafal Al-Qur’an? Sudah berapa anda mengamalkan perintah Al-Qur’an dan meninggalkan larangannya? Yakinkah anda Al-Qur’an itu sebagai solusi bagi kehidupan di dunia dan di akhirat?……. baca selengkapnya.

 

Al-qur’an Audio

01.Alfatihah, 02.Al-Baqarah, 03.Al-Imran, 04.An-Nisa’, 05.Al-Maidah, 06.Al-An’am. 07.Al-A’raf. 08.Al-Anfal, 09.At-Taubah, 10.Yunus. 11.Hud. 12.Yusuf. 13.Ar-Ra’d. 14.Ibrahim. 15.Al-Hijr. 16.An-Nahl. 17.Al-Isra’. 18.Al-Kahfi. 19.Maryam. 20.Thaha. 21.Al-Anbiya’. 22.Al-Hajj. 23.Al-Mu’min. 24.An-Nur. 25.Al-Furqan. 26.Asy-syu’ara. 27.An-Naml. 28.Al-Qashash. 29.Al-Ankabut. 30.Ar-Rum. 31.Lukman. 32.As-Sajada. 33.Al-Ahzab. 34.Saba’. 35.Fathir. 36.Ya-Siin. 37.Ash-Shaafaat. 38.Shaad. 39.Az-Zumar. 40.Ghafir. 41.Fusshilat. 42.Asyura. 43.Az-Zukhruf. 44.Ad-Dukhan. 45.Al-Jaatsiyah. 46.Al-Ahqaaf. 47.Muhammad. 48.Al-Fath. 49.Al-Hujuraat. 50.Qaaf. 51.Adz-Dzaariyaat. 52.Ath-Thuur. 53.An-Najm. 54.Al-Qamar. 55.Ar-Rahman. 56.Al-Waaqi’ah. 57.Al-Hadid. 58.Al-Mujaadalah. 59.Al-Hasyr. 60.Al-Mumtahana. 61.Ash-Shaf. 62.Al-Jum’ah. 63.Al-Munaafiqun. 64.At-Taghabuun. 65.Ath-Thalaq. 66.At-Tariim. 67.Al-Mulk. 68.Al-Qalam. 69.Al-Haaqqah. 70.Al-Ma’aarij. 71.Nuh. 72.Al-Jin. 73.Al-Muzammil. 74.Al-Mudatstsir. 75.Al-Qiyaamah. 76.Al-Insan. 77.Al-Murasalaat. 78.An-Naba’. 79.An-Nazi’aat. 80.Abasa. 81.At-Takwiir. 82.Al-Infithar. 83.Al-Muthafifiin. 84.Al-Insyiqaq. 85.Al-Buruj. 86.Ath-Thaariq. 87.Al-A’la. 88.Al-Ghasyiyah. 89.Al-Fajr. 90.Al-Balad. 91.Asy-Syams. 92.Al-Lail. 93.Adh-Dhuha. 84.Asy-Syarh. 95.Ath-Thiin. 96.Al-Alaq. 97.Al-Qadr. 98.Al-Bayyinah. 99.Al-Zalzalah. 100.Al-Adiyaat. 101.Al-Qaari’ah. 102.At-Takaatsur. 103.Al-Ashr. 104.Al-Humazah. 105.Al-Fil. 106.Al-Quraisy. 107.Al-Maa’uun. 108.Al-Kautsar. 109.Al-Kaafirun. 110.An-Nashr. 111.Al-Masad. 112.Al-Ikhlash. 113.Al-Falaq. 114.An-Nas

Iklan
By arifuddinali Posted in Artikel

Kongres Alumni 212 Tetapkan Habib Rizieq Shihab Sebagai Imam Besar Umat Islam Indonesia

20171202-peserta-reuni-akbar

Peserta reuni akbar 212 berkumpul di lapangan Monumen Nasional (Monas), Gambir, Jakarta Pusat, Sabtu (2/12/2017).

JAKARTA – Kongres Alumni 212 ‎menghasilkan sejumlah keputusan. Kongres digelar di Wisma PHI, Cempaka Putih, Jakarta Pusat pada Kamis (30/11/2017) hingga Jumat (1/12/2017) kemarin.

Keputusan itu dijadikan maklumat dan disampaikan dalam acara reuni 212 di Lapangan Monas, Jakarta Pusat, Sabtu (2/12/2017).

“‎Kami sudah sudah melakukan kongres Alumni 212 yang diikuti oleh perwakilan dari 22 provinsi. Dan alhamdulillah kami selama dua hari kemarin sudah menyepakati akan membuat simpul-simpul di wilayah-wilayah 22 provinsi yang ada,” ‎tutur Ketua Presidium Alumni 212 Slamet Maarif di Monas.

Keputusan pertama kongres itu menyatakan, perwakilan dari 22 provinsi yang hadir menetapkan Rizieq Shihab sebagai Imam Besar Umat Indonesia.

INDONESIA-ISLAMIC-LEADER

“Ingin kami sampaikan intinya, dari maklumat kami dari hasil kongres, dari 22 provinsi yang hadir, menguatkan kembali, berkomitmen kembali, bahwa seluruh alumni 212 menyatakan ikrarnya untuk mengangkat ‎al habib Muhammad Rizieq Husein Shihab sebagai Imam Besar Umat Indonesia,” paparnya.‎

Kemudian, kongres tersebut juga meminta pemerintah untuk segera menghentikan kriminalisasi terhadap Rizieq. Sebab, kasus yang menimpa Rizieq mereka anggap manipulatif, penuh kebohongan, dan fitnah.

“Kemudian, kami alumni 212 merasakan tiga tahun pemerintah sekarang tidak terlalu ramah dengan umat Islam. Bahkan, kami rasakan semakin lama semakin menggigit. Sikap pemerintah kurang ramaah terhadap umat Islam. Bahkan, ada yang merasa ‎pemerintah ada indikasi menghendaki Islamofobia,” paparnya.

“‎Etika ujaran kebencian oleh orang-orang yang pro penista agama, terlihat begitu leluasa. Begitu terlihat dilindungi, sementara jika berkenaan dengan berseberangan dengan kekuasaan, begitu sigap mengejar, menangkap, dan melakukan proses hukum secara cepat,” tuding Slamet.

Dia mencontohkan kasus dugaan ujaran kebencian yang dilakukan oleh Ketua Fraksi Partai Nasdem Viktor Laiskodat di NTT beberapa waktu lalu. Menurutnya, kasus ini tidak ditangani dengan baik.‎

“Yang kami rasakan, kasus Viktor Laiskodat yang pidatonya menunjukkan sikap Islamofobia, bahkan mengancam pembunuhan di mana-mana, tetap hidup nyaman dan dilindungi oleh kekuasan. Sementara, seseorang yang berjasa menyadarkan adanya penistaan Islam, dijatuhi hukuman pidana 1 tahun 6 bulan. Itulah Pak Buni Yani,” bebernya.‎

Slamet menerangkan, maklumat ini akan disebarkan ke seluruh Indonesia dan ditembuskan kepada instansi pemerintah.

“Dan, perjuangan kita belum selesai. Setelah 212 tahun kemarin, perjuangan kita belum selesai. Justru, reuni kita di 212 menjadi semangat baru untuk menjadikan Indonesia lebih baik lagi,” tambahnya.

Penulis: Rangga Baskoro

Sumber: tribunnews – 3 Desember 2017

Takut Rezim, Tidur Saja…!!!

TAKUT REZIM, TIDUR SAJA…!!!
Oleh: KH. Tengku Zulkarnain

~Kalau anda takut bully an, takut tahdziran, takut cacian, takut penjara, takut pasal karet atau takut peluru maka, tetaplah di mesjid dan dzikiran, gak perlu berjuang, gak perlu amar ma’ruf nahi munkar ke penguasa.

~Kalau anda mengira bahwa melawan kedzoliman itu cukup dengan do’a saja, ya silakan saja, yang saya tau, plot kedzoliman pun sebenarnya bekerja lebih keras daripada anda muslim yang gak punya daya juang.

~Pasrah itu bukan mazhab Islam, kalau berjuang itu cukup dengan doa dan kata bijak tanpa pijakan yang benar, maka banyak ulama memilih untuk hidup tenang. Buat apa ada ulama melawan sampai ada yang dibunuh, dipenjara, digantung dan sebagainya.

~Apakah anda pernah ketemu ulama sepanjang sejarah yang hidup nya nyaman tenteram dibawah AC dan minum air segar dingin setiap waktu dengan dasi dan baju rapi dan mengejar gaji tinggi, takut hilang profesi, kasih tau saya!

~Kalau anda takut tantangan, takut melawan, maka gak usah turun berjuang di medsos atau gak usah ngapa ngapain, terus aja dalam bahasa bijak yang justru musuh menertawakan, kok cara melawan
begitu? Kalau anda takut dituduh makar, takut ditangkap, takut segala resiko, gak usah ngaku ngaku jadi pejuang, mana ada pejuang model begitu, lagian mana ada pejuang Islam yang sekedar ngaku.

Mana ada Islam maju dengan pejuang yang kebiasaannya ngawur ngelantur, minim pengetahuan, minim keberanian, minim infaq, minim pengorbanan, kasih tau saya, tiang agama mana yang sudah tegak dengan kebiasaan pejuang model begitu?

~Benar kata Abdullah Azzam, peradaban Islam hanya diukir oleh dua hal, pena ulama atau darah para syuhada.

~Kalau pena anda tumpul, keringat anda mahal, apalagi bicara darah, ya udah, mana ada Islam bisa maju dengan perjuangan model begitu, kalau hanya begitu saja sudah ngaku mujahid, banyak banget dong yang dapat gelar syuhada.

Wallahu ‘alam. (kk/wa)

Eramuslim

Tindakan Banser Melawan Hukum

http://ow.ly/BZKh50f11yb

*Prof Mahfud MD: Tindakan Banser Melanggar Hukum*

Banser telah melanggar hukum dengan membubarkan pengajian yang diisi Ustadz Felix Siauw di Bangil, Pasuruan.

“Memang begitu. Itu kan peristiwa. Kalau melanggar hukum dan merampas wewenang aparat hukum dan keamanan ya bisa ditindak. Apa masalahnya?” kata mantan Ketua MK Prof Mahfud MD di akun Twitter-nya @mohmahfudmd.

Mahfud berkomentar seperti itu setelah mendapat pernyataan dari akun Twitter @Firmanelfaruq: “GP Ansor dan Banser bisa ditindak sesuai pasal dlm UU Ormas, mengambil peran penegak hukum (kepolisian) suka bubarin kajian Islam.”

Guru Besar UII itu mengatakan, ormas tidak bisa membubarkan sebuah acara termasuk pengajian

“Tapi tetap tidak boleh dibubarkan oleh ormas. Yg boleh bertindak hanya polisi negara. Kalau ormas bisa bertindak sendiri2 nanti bs anarkis,” jelasnya.

Banser Bangil, Pasuruan membubarkan ceemah Ustadz Felix Siauw yang akan mengisi pengajian akbar bertajuk Antara Wahyu dan Nafsu, di Masjid Manarul Gempeng, Kecamatan Bangil, Kabupaten Pasuruan, Sabtu (4/11/17).

Dilansir dari Tribunnews, Ketua Ansor Bangil, Saad Muafi mengungkapkan, penolakan dilakukan bersama dengan organisasi di bawah naungan NU lainnya, yakni IPNU, Banser serta Pagarnusa.

300 Pesantren dan Kyai se Jawa Barat Siap Meriahkan Tabligh Akbar

300 PESANTREN & KYAI SE JAWA BARAT SIAP MERIAHKAN TABLIGH AKBAR 11 11 17 DI GARUT.

Sungguh luar biasa diluar dugaan yang tadinya panitia menargetkan masa antara 15-20 ribuan peserta, kini angka itu bukan angka yang sulit bahkan bisa berkali lipat dari jumlah peserta yang ditargetkan.

Adanya surat dari PC NU garut bukan saja menjadi isu lokal, tapi sudah viral di tingkat nasional. Secara langsung kejadian tersebut mengundang simpati dan dukungan berbagai ormas dan eleman masyarakat luas, banyak Alumni 212 dari berbagai kota yang menyatakan kesiapan akan hadir dan datang ke garut menghadiri Tablig Akbar 11 11 17, yang tak kalah menakjubkan sangat bersemangat sekali teman dari ponpes dibawah koordinasi pengurus hamida pusat sebanyak 300 pesantren siap mendukung dan hadir, ormas-ormas seperti kokam, LPI dan masih terus berdatangan tidak jauh beda mereka semua mendukung acara tersebut.

Di harap panitia sesuai hasil rakor dengan kodim mampu mengarahkan masa yang hadir nanti jangan sampai pada saat acara berlangsung terprovokasi atau ada penyusup.

Allohu Akbar !!!
Allohu Akbar !!!

👉 Ahlan Wasahlan KH. Shobri Lubis
👉 Ahlan Wasahlan Ustadz Bahtiar Nasir

Garut Bumi Islam

#wisata_alumni_212
#jangan_biarkan_ormas_arogan

Sumber: Halaman fb FPI

Setiap Malam Jumat, Ruh Orang Meninggal Selalu Kembali?

Setiap Malam Jumat, Ruh Orang Meninggal Selalu Kembali?

“Sesungguhnya ruh-ruh orang mukmin datang setiap malam jumat pada langit dunia. Lalu mereka berdiri di depan pintu-pintu rumah mereka.

KETIKA seseorang telah kembali kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala, maka ruhnya akan berpisah dengan jasadnya. Dengan begitu, segala urusan dunia akan terhenti. Ia tak bisa lagi memperbanyak amalannya. Ia hanya tinggal menunggu datangnya waktu pertanggungjawaban atas apa yang ia lakukan selama masa hidup di dunia.

Namun ada kalanya ruh-ruh orang meninggal akan kembali ke rumah. Menurut hadis Nabi Muhammad ﷺ, ruh-ruh ini turun ke langit dunia dan berhenti di rumah keluarganya setiap malam Jumat. Di sana ruh meminta belas kasihan keluarga yang masih hidup di dunia agar mengirim doa dan ayat-ayat Al-Quran. Hanya inilah satu-satunya bekal tambahan ruh tersebut untuk menjalani kehidupan di alam barzah.

Dalam hadis Rasulullah yang tercatat dalam kitab Hadiyatul karya Abul Hasan Ali bin Ahmad bin Yusuf bin Ja’far Al-Hakkari menceritakan tentang bagaimana kondisi arwah-arwah ini ketika mendatangi rumahnya dan dan menjenguk keluarganya. Masing-masing mereka memanggil-manggil hingga 1000 kali dengan suara yang memelas dan meminta belas kasihan dari keluarganya yang masih hidup. Meski mereka sudah tiada, ternyata masih membutuhkan kasih sayang kita agar mau mengingat dan mendoakannya.

Rasulullah ﷺ bersabda, “Sesungguhnya ruh-ruh orang mukmin datang setiap malam jumat pada langit dunia. Lalu mereka berdiri di depan pintu-pintu rumah mereka. Masing-masing mereka memanggil-manggil dengan suara yang memelas, ‘Wahai istriku (suamiku), anakku, keluargaku, dan kerabatku! Sayangilah kami dengan sesuatu, maka Allah akan merahmati kalian. Ingatlah kami, jangan kalian lupakan! Sayangilah kami dalam keterasingan kami, minimnya kemampuan kami dan segala apa yang kami berada di dalamnya. Sesungguhnya kami berada dalam tempat yang terpencil, kesusahan yang yang panjang dan duka yang dalam. Sayangilah kami, maka Allah akan menyayangi kalian. Jangan kalian kikir kepada kami dengan memberikan doa, shadaqah dan tasbih. Semoga Allah memberikan rasa nyaman kepada kami, sebelum kalian sama seperti kami. Sungguh rugi! Sungguh menyesal! Wahai hamba Allah! Dengarkanlah ucapan kami, dan jangan lupakan kami. Kalian tahu bahwa keutamaan yang berada di tangan kalian sekarang adalah keutamaan yang sebelumnya milik kami. Sementara kami tidak menafkahkannya untuk taat kepada Allah. Kami tidak mau terhadap kebenaran, hingga ia menjadi musibah bagi kami. Manfaatnya diberikan kepada orang lain, sementara pertanggungjawaban dan siksanya diberikan kepada kami’.”

Rasulullah ketika menyampaikan hadis ini menangis sehingga membuat sahabat-sahabatnya ikut menangis. Dia hanya mengatakan bahwa ruh-ruh tersebut adalah saudara-saudara yang sebelumnya menikmati keindahan dunia. Saat sudah meninggal, mereka hanya menjadi debu padahal semasa hidupnya penuh dengan kenikmatan dan kegembiraan.

Dalam sebuah hadis lain, Nabi ﷺ juga berkata bahwa tidak ada seorang mayit di kuburannya kecuali seperti orang yang tenggelam yang minta pertolongan. Dia menanti kiriman doa dari anaknya, saudaranya atau temannya. Ketika ia mendapatkannya maka ia sungguh bahagia mengalahkan kebahagiaan dunia seisinya. Namun, jika arwah-arwah tersebut tidak memperoleh apa-apa, maka arwah-arwah tersebut memperoleh kerugian dan kembali dengan berduka.

Berdasar hadis tersebut di atas dan berdasar pernyataan dari kalangan Ulama’ di berbagai literatur dari kitab-kitab klasik yang mu’tabar di antaranya Imam Abu Bakar Ibnu Sayyid Muhammad Syata Al-Dimyati di dalam Kitab karyanya I’anah Al-Thalibin, Imam Al-Qurthubi dan Ulama’-Ulama’ yang lain bahwa kepulangan arwah orang-orang mu’min pada hari-hari tertentu seperti yang diyakini oleh kalangan ahlus sunnah wal jama’ah adalah benar dan tidak diragukan lagi. Wallahu a’lam bis shawab.

Dialoh Syek Umar Pahlawan Libya Dengan Hakim Italia

Pasukan Kafir Menangkap, Memborgol Dan Memamerkan Umar Mukhtar Di Depan Umum Dengan Tujuan Untuk Mempermalukan Ulama. Padahal Sesungguhnya Allah Sedang Memuliakan Umar Mukhtar Dan Menghinakan Para Penangkapnya Tetapi Mereka Tidak Sadar!

DIALOG LUAR BIASA SYEKH UMAR MUKHTAR PAHLAWAN LIBYA DENGAN HAKIM ITALIA

Sepenggal Kisah [Dialog] Umar Mukhtar dengan Hakim Italia. Umar Mukhtar adalah singa padang pasir dari Libya.

Pada tahun 1911, pemerintahan fasis Italia mengumumkan perang terhadap Khilafah Utsmaniah (Ottoman). Tanpa menunggu lama, pada tanggal 19 Oktober 1911, kawanan pasukan Italia memasuki pantai Benghazi, Libya yang saat ini berada di bawah kekuasaan Ottoman.

Tak berselang lama, bersamaan dengan meletusnya perang Balkan, Ottoman akhirnya kalah dan menarik diri dari Libya pada tahun 1912 dan Libya resmi dijajah Italia.

Para pejuang Libya bangkit melawan Italia. Saat itu, tampillah salah seorang pemimpin pejuang yang tegak melawan penjajah Italia, dialah Umar Mukhtar (1861-1931). Kepahlawanannya amat masyhur di tengah Bangsa Arab dan Barat kala itu hingga beliau digelari sebagai The Lion of Desert (Singa Padang Pasir).

Zappelin militer Italia menyerang tentara Ottoman di Libya. Sejarah mencatat bahwa dalam perang Italia-Libya inilah pertama kali digunakan balon Zappelin sebagai
peralatan perang.

Bersama para pejuang dan mujahid yang ada beliau mengobarkan jihad hingga Italia kewalahan menanggulangi. Berbagai perjanjian dibuat oleh Italia guna melunakkan perjuangan para mujahid.

Singkat cerita, pada tanggal 11 September 1931, ketika Umar Mukhtar berziarah ke makam sahabat Rasulullah SAW, Ruwaifi’ Bin Tsabit r.a di kota al-Baidha, Umar Mukhtar berhasil ditangkap oleh pasukan Italia.

Beliau pun langsung ditawan dan digelandang ke pengadilan untuk menjalani hukuman sebagai pemberontak setelah berjuang lebih dari 20 tahun.

Sejarah mencatat, dalam persidangan tersebut, terjadi dialog yang luar biasa antara jaksa serta hakim Italia dengan sang mujahid. Berikut petikannya:

Hakim: “Apakah engkau memberontak terhadap Italia?”.

Umar : “Iya…”.

Hakim : “Apakah engkau juga mengajak dan memotivasi orang-orang untuk memberontak?”.

Umar : “Iya…”.

Hakim : “Apakah engkau tahu akibat perbuatanmu?”.

Umar : “Iya, saya tahu…”.

Hakim : “Apakah engkau sadar dengan semua pengakuanmu?”.

Umar : “Iya, saya sadar”.

Hakim : “Sudah berapa lama engkau mengangkat senjata melawan Italia?”.

Umar : “Lebih dari 20 tahun”.

Hakim : “Apakah engkau menyesal atas perbuatanmu itu?”.

Umar : “Tidak sama sekali”.

Hakim : “Tahukah engkau bahwa engkau akan dihukum gantung?”.

Umar : “Ya, saya tahu…”.

Hakim : “Saya betul-betul sedih… mengapa akhir hayatmu akan berakhir seperti ini…”.

Umar : “Anda salah… justru beginilah cara terbaik mengakhiri kehidupan ini…!!!”.

Sang hakim kemudian terus membujuk agar Umar Mukhtar menyesali perbuatannya supaya dia mendapat keringanan hukuman. Sang hakim juga membujuk Umar agar menulis sepucuk surat penyesalan dan mengajak para mujahidin untuk berhenti melawan Italia.

Hakim : “Maukah engkau menulis surat kepada para pengikutmu agar mereka berhenti melawan pemerintah Italia?”.

Mendengar hal itu, Umar Mukhtar mengucapkan kalimatnya yang historis:

“Sesungguhnya, jari telunjuk yang setiap hari mengacung tasyahud La Ilaha Illallah dalam sholat, tidak akan pernah menuliskan kalimat kebatilan!!!”.

Akhirnya, sang Hakim menjatuhkan vonis hukuman mati terhadap Umar Mukhtar dengan cara digantung. Di akhir persidangan, sang hakim bertanya:

“Bagaimana menurutmu terhadap hukuman ini?”.

Umar menjawab:

“Hukum yang benar hanyalah hukum Allah, bukan hukum kalian ini…”.

***

Eksekusi Umar Mukhtar di tiang gantungan
Italia mengira bahwa dengan digantungnya Umar Mukhtar, para pengikutnya akan ciut nyali mereka dalam berjuang. Tapi dugaan itu salah, kematian Umar justru mengobarkan semangat di seluruh penjuru Libya, hingga akhirnya pada akhirnya Libya berhasil meraih kemerdekaan.

Kisah perjuangan Umar Mukhtar pernah difilmkan pada tahun 1981, dengan disutradarai oleh Moustapha Akkad, dibintangi oleh aktor Hollywood, Anthony Quinn yang berperan sebagai Umar.

Kami umat Islam sangat bangga padamu ya Syekh Umar Mukhtar. Engkau sungguh beruntung syahid membela agama Allah. Semoga Allah menempatkanmu di tempat yang paling mulia. Aamiiin.

Doa dan Dzikir

Do’a & Dzikir

Dzikir Pilihan

1. Subhanallah wa bihamdihi Subhanallahil adzim

Makna Dzikir
Perbanyaklah dzikir membaca “Subhanallah wa bihamdihi subhanallahil adzim”.

Artinya: “Maha Suci Allah dengan segala Puji bagi-Nya, Maha Suci Allah yang Maha Agung”.

Keutamaan Dzikir ini
Dzikir dengan menggunakan lafal “Subhanallah wa bihamdihi Subhanallahil adzim” merupakan salah satu kalimat yang banyak dianjurkan di dalam hadits-hadits Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam, antara lain sebagai berikut :

1. Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam bersabda : “Dua kalimat yang ringan diucapkan lidah, berat dalam timbangan (timbangan amal hari kiamat) dan disukai oleh (Allah) Yang Maha Pengasih, yaitu kalimat Subhanallah wa bihamdihi subhanallahil adzim (Maha Suci Allah dengan segala Puji bagi-Nya, Maha Suci Allah Yang Maha Agung).” (HR. Bukhari 7/168 dan Muslim 4/2072).

2. Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam bersabda : “Sesungguhnya sebaik-baik ucapan kepada Allah SWT adalah kalimat Subhanallah wa bihamdihi.” (HR. Muslim dan At-Tirmidzi).

3. Diriwayatkan dari Abu Dzar, Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam pernah ditanya “perkataan apa yang paling utama?”, Beliau menjawab, “yang dipilih oleh Allah bagi para Malaikat dan hamba-hamba-Nya, yaitu Subhanallah wa bihamdihi (Maha Suci Allah dengan segala Puji bagi-Nya).” (HR. Muslim).

4. Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam bersabda : “Barang siapa mengucapkan Subhanallah wa bihamdihi seratus kali dalam sehari, ia akan diampuni segala dosanya sekalipun dosanya itu sebanyak buih di laut” (HR. Muslim dan At-Tirmidzi).

5. Ibnu Umar ra meriwayatkan bahwa suatu ketika Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam berkata kepada para sahabatnya, “Ucapkanlah Subhanallah wa bihamdihisebanyak seratus kali.
Barangsiapa mengucapkannya satu kali maka tertulis baginya sepuluh kebaikan, barang siapa mengucapkannya sepuluh kali maka tertulis baginya seratus kebaikan, barang siapa mengucapkannya seratus kali maka tertulis baginya seribu kebaikan, barang siapa menambahnya maka Allah pun akan menambahnya dan barang siapa memohon ampun, niscaya Allah akan mengampuninya.”

6. Dalam Musnad Imam Ahmad diceritakan bahwa ketika menjelang ajal Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam, Beliau memanggil putrinya dan berkata, “Aku perintahkan engkau agar selalu mengucapkan Subhanallah wa bihamdihi, karena kalimat tersebut merupakan doa seluruh makhluk dan dengan kalimat itulah semua makhluk mendapat limpahan rezeki.”

Waktu Berdzikir

Dari Abu Hurairah ra. berkata, Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam bersabda, “Barangsiapa yang membaca di waktu pagi dan sore Subhanallah wa bihamdihi 100x (seratus kali) maka tidaklah datang seseorang pada hari kiamat dengan amalan yang lebih utama dari bacaan ini kecuali seseorang yang mengucapkan yang serupa atau lebih banyak lagi. (HR. Muslim dan HR. Abu Dawud)

2. Hasbunallah Wa Ni’mal Wakil

Makna Dzikir
Kalimat ini termasuk dzikir sederhana namun mengandung makna yang luar biasa, dzikir ini menandakan bahwa seorang hamba hanya pasrah pada Allah dan menjadikannya sebagai tempat bersandar.

Allah Ta’ala menceritakan mengenai Rasul dan sahabatnya dalam firman-Nya, (yaitu) orang-orang (yang mentaati Allah dan Rasul) yang kepada mereka ada orang-orang yang mengatakan “sesungguhnya manusia telah mengumpulkan pasukan untuk menyerang kamu, karena itu takutlah kepada mereka“, maka pernyataan itu menambah keimanan mereka dan menjawab “Hasbunallah Wa Ni’mal Wakil”(Cukuplah Allah menjadi penolong kami dan Allah adalah sebaik-baik pelindung)“
(QS. Ali Imran : 173).

Saat kita di himpit masalah, dirundung duka, dibebani kesulitan hidup juga merasa berada dalam ancaman maka ucapkanlah dan dzikir ini : “Husbanallah Wa Ni’mal Wakil, Ni’mal Mawla Wani’man-Nashir”Artinya : Cukup Allah tempat berserah diri bagi kami sebaik-baiknya pelindung kami, dan sebaik-baik penolong kami”

“Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam datang pada hari perang uhud lalu ada yang berkata “Wahai Rasulullah, sesungguhnya orang-orang (kafir) telah mengumpulkan pasukan untuk menyerangmu, maka takutlah kepada mereka!’

Lalu Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam mengucapkan “Hasbunallah Wa Mi’mal Wakil”, kemudian Allah menurunkan ayat-ayat : “173. (Yaitu) orang-orang (yang menta’ati Allah dan Rasul) yang kepada mereka ada orang-orang yang mengatakan: “Sesungguhnya manusia [250] telah mengumpulkan pasukan untuk menyerang kamu, karena itu takutlah kepada mereka”, maka perkataan itu menambah keimanan mereka dan mereka menjawab: “Cukuplah Allah menjadi Penolong kami dan Allah adalah sebaik-baik Pelindung”.” (QS. Ali Imron:173).

“Dan jika mereka berpaling maka ketahuilah bahwasanya Allah pelindungmu. Dia adalah sebaik-baik pelindung sebaik-baik penolong (Ni’mal Mawla Wani’man-Nashir)
(QS. Al-‘Anfal:40)

Hadits Rasulullah: Syahdan, tatkala Nabi Ibrahim AS di lemparkan ke dalam lautan api oleh para pengikut raja Namrud bin Kan’an, ia mengucapkan Hasbunallah Wa Ni’mal Wakil dan apipun tiba-tba menjadi dingin, ini diberikan oleh Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam. “Akhir kalimat yang diucapkan oleh Ibrahim ketika dicampakan kedalam api ialah Hasbunallah Wa Ni’mal Wakil (HR.Bukhari).

Keutamaan Dzikir ini
Sejarah telah memberikan kekuatan hasbalah yang di ucapkan oleh para nabi dan orang-orang saleh, ketika mereka menghadapi cobaan besar maupun fitnah yang berat kekuatannya melebihi kekuatan apapun di dunia ini serta menegaskan semangat tauhid pada diri orang yang mengucapkan yaitu bahwa hanya kepada Allah sejalah berserah diri, dan bahwa semua makhluk di sisi-Nya adalah lemah.

3. Astagfirullah

Makna Dzikir
Kata-kata lengkap dzikir ini adalah :“Astagfirullah hal azim Allazi lailaha illa huwal hayul qay’yum, wa a’tubu ilaihi”.Artinya : “Aku mohon kepada Allah yang Maha Agung, tidak ada Tuhan selain Dia, yang hidup dan selalu jaga dan aku bertaubat kepada-Mu”.

Dari Ibnu Abbas meriwayatkan bahwa Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam bersabda: “Siapa saja yang selalu beristighfar, niscaya Allah memberikannya jalan keluar dari kesulitan, kelapangan dan kegelisahan, dan rezeki yang tidak terduga” (HR. Ahmad, HR. Abu Dawud dan HR. Al-Nasa’i).

Di dalam Al-Qur’an, Allah SWT mengingatkan kita dengan firman-Nya yang berbunyi “Ketahuilah dengan Zikrullah itu, tenang tentramah hati manusia” (QS. Ar-Rad : 8). Selain itu Allah SWT juga menginginkan kita dalam sepotong ayat Al-Qur’an yang artinya: ”Dan Allah tidak akan menyiksa mereka sedang mereka beristighfar” (QS. Al-Anfal : 33).

Keutamaan Dzikir ini
Dalam sebuah hadits, Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam bersabda “Barangsiapa mengucapkan istighfar ini pada hari itu dengan penuh keyakinan dan mati sebelum petang, maka dia termasuk menjadi ahli surga. Dan apabila dia mengucapkannya pada waktu malam dengan keyanikan teguh dan mati pada waktu pagi, maka dia termasuk juga di kalangan ahli surga” (HR. Bukhari)

4. La Ilaha Illallah

Makna Dzikir
“Dari Jabir bin Abdillah ia berkata : Aku mendengar Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam bersabda: dzikir yang paling mulia ialah La Ilaha Illallah dan doa yang paling baik ialah Alhamdulillah” (HR. Ibnu Majah)

Keutamaan Dzikir ini
Disamping itu, dzikir La Ilaha Illallahmempunyai banyak fadhilah dan kelebihan antaranya ialah :

1. Pengamal akan mendapat syafaat dari Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam, sebagaimana hadits Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam yang maksudnya : “Dari Abu Hurairah ra., ia berkata : Telah bersabda Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam yang akan mencapai kebahagiaan dan keuntungan melalui syafaatku ialah yang mengucap kalimat (La Ilaha Illallahdengan hati yang ikhlas” HR. Bukhari).

2. Mendapat jaminan masuk surga Dari Zaid bin Argam ra. meriwayatkan bahwa Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam bersabda yang maksudnya : barang siapa yang mengucapkan La Ilaha Illallah dengan ikhlas, dia akan dimasukan ke dalam surga lalu ditanya kepada baginda : Bagaimana yang di maksudkan dengan ikhlas itu : Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam bersabda: ikhlas itu ialah yang mencegah dari melakukan perbuatan yang haram” (HR. Al-Tabarani)

3. Tidak akan dimasukan ke dalam api neraka Dari Umar ra. meriwayatkan bahwa beliau mendengar Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam bersabda yang maksudnya : “Aku mengetahui satu kalimat yang tidaklah seorang hamba pun yang mengucapkan nya dan membenarkannya dengan hati kemudian ia mati dengannya melainkan haramlah ke atasnya neraka jahaman, kalimat ini La Ilaha Illallah” (HR. Hakim).

5. Alhamdulillah

Makna Dzikir
Lafaz ini adalah ungkapan rasa syukur seorang hamba kepada Rabb nya dengan memberikan pujian kepada-Nya.
Lafaz ini juga di sunatkan di baca setelah sholat sebanyak 33 kali dan juga sebelum tidur 33 kali.
Setelah bersin kita juga disunatkan mengucapkan Alhamdulillah (HR. Bukhari).

Keutamaan Dzikir ini
Dari Jabir Bin Abdullah R.A berkata : “ Saya mendengar Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam bersabda : “dzikir yang paling utama adalah Laa Ilaaha Illaallah dan doa yang paling utama adalah Alhamdulillah”” (HR. At-Tirmidzi no.3305, HR. Ibnu Majah no.3790).

Doa yang paling utama adalah Alhamdulillah. Doa merupakan ungkapan dzikir dan permohonan kepada Allah SWT untuk memenuhi hajat hamba-Nya. Kalimat Alhamdulillah telah memuat kedua unsur tersebut. Dzikir dan permohonan kepada Allah SWT.

Seorang hamba membaca Alhamdulillahsejatinya tengah memuji Allah diatas limpahan nikmat-Nya. Memuji Allah atas limpahan nikmat-Nya secara tidak langsung berarti meminta tambahan nikmat.

Allah SWT telah menjanjikan “ Jika kalian bersyukur, niscaya Aku akan menambah nikmat-Ku kepada kalian…” (QS. Ibrahim : 7)

Keutamaan shalat Fajar (Shubuh)

Bab: Keutamaan shalat Fajar (Shubuh)

  1. Telah menceritakan kepada kami Musaddad berkata, telah menceritakan kepada kami Yahya  dari  Isma’il  telah  menceritakan  kepada  kami  Qais,  Jarir  bin  ‘Abdullah  berkata kepadaku, “Kami sedang bersama Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam saat beliau melihat rembulan  di  malam  purnama.  Kemudian  beliau  bersabda:  “Sesungguhnya  kalian  akan melihat Rabb kalian sebagaimana kalian melihat bulan purnama ini. Dan kalian tidak akan saling berdesakan dalam melihatnya. Maka jika kalian mampu untuk tidak terlewatkan melaksanakan shalat sebelum terbit matahari dan sebelum terbenamnya, maka lakukanlah, ” Kemudian beliau membaca: ‘(Maka bertasbihlah sambil memuji Rabbmu sebelum terbit matahari dan sebelum terbenamnya) ‘ (Qs. Qaaf: 38).
  1. Telah menceritakan  kepada  kami  Hudbah  bin  Khalid  berkata,  telah  menceritakan kepada kami Hammam telah menceritakan kepadaku Abu Jamrah dari Abu Bakar bin Abu Musa dari Bapaknya, bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Barangsiapa mengerjakan shalat pada dua waktu dingin, maka dia akan masuk surga.” Ibnu Raja’ berkata; telah menceritakan kepada kami Hammam dari Abu Jamrah bahwa Abu Bakar bin ‘Abdullah bin Qais telah mengabarkan kepadanya seperti ini.” Dan telah menceritakan kepada kami Ishaq telah menceritakan kepada kami Habban telah menceritakan kepada kami Hammam telah menceritakan kepada kami Abu Jamrah dari Abu Bakar bin ‘Abdullah dari Bapaknya dari Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam seperti ini.”

Waktu shalat ‘Isya sampai pertengahan malam

Bab: Waktu shalat ‘Isya sampai pertengahan malam

  1. Telah menceritakan kepada kami ‘Abdurrahim Al Muharibi berkata, telah menceritakan kepada kami Zaidah dari Humaid Ath Thawil dari Anas bin Malik berkata, “Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam pernah  mengakhirkan  shalat  ‘Isya  hingga  pertengahan  malam,  setelah melaksanakan shalat beliau bersabda: “Manusia semuanya sudah selesai shalat lalu mereka tidur. Dan kalian akan senantiasa dalam hitungan shalat selama kalian menunggu pelaksanaannya.” Ibnu Abu Maryam menambahkan; telah mengabarkan kepada kami Yahya bin Ayyub telah menceritakan kepadaku Humaid dia mendengar Anas bin Malik berkata, “Pada malam itu aku seolah melihat cahaya cincin Beliau.”

Tidur sebelum shalat ‘Isya’ bagi orang yakin tidak akan ketid

Bab: Tidur sebelum shalat ‘Isya’ bagi orang yakin tidak akan ketiduran

  1. Telah menceritakan kepada kami Ayyub bin Sulaiman -yaitu Ibnu Bilal- ia berkata, telah menceritakan kepadaku Abu Bakar dari Sulaiman -yaitu Ibnu Bilal- berkata, telah menceritakan kepada kami Shalih bin Kaisan telah mengabarkan kepadaku Ibnu Syihab dari ‘Urwahl bahwa ‘Aisyah    berkata,    “Rasulullah    shallallahu    ‘alaihi    wasallam    pernah mengakhirkan  shalat  ‘Isya  hingga  sepertiga  malam  yang  akhir.  Lalu  ‘Umar  pun  berseru kepada  beliau, “(Laksanakanlah) shalat, sebab para wanita dan anak-anak telah terlelap tidur.” Maka keluarlah beliau seraya berkata: “Tidak ada seorangpun dari penduduk bumi yang menunggu shalat Isya ini selain kalian.” Beliau tidaklah melaksanakan shalat seperti ini kecuali di Madinah. Dan mereka melaksnakan shalat antara hilangnya syafaq (cahaya kemerahan di langit) hingga sepertiga awal dari malam.”
  2. Telah menceritakan kepada kami Mahmud -yaitu Ibnu Ghailan- berkata, telah mengabarkan kepada kami Abdurrazaq berkata, telah mengabarkan kepadaku Ibnu Juraij berkata, telah mengabarkan  kepadaku  Nafi’  berkata,  telah  menceritakan  kepada  kami ‘Abdullah  bin  ‘Umar, bahwa  Rasulullah  shallallahu  ‘alaihi  wasallam  pernah  suatu  malam disibukkan dengan urusan sehingga mengakhirkan shalat ‘Isya. Dan karenanya kami tertidur di dalam  masjid. Lalu kami terbangun, lalu tertidur, lalu terbangun lagi hingga akhirnya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam keluar menemui kami seraya bersabda: “Tidak ada seorangpun dari penduduk bumi yang menunggu shalat seperti ini selain kalian.” Dan Ibnu ‘Umar tidak mempermasalahkan apakah Beliau memajukannya atau mengakhirkan. Pelaksanakaannya. Dan Ibnu Umar tidur dahulu sebelum shalat Isya. Ibnu Juraij berkata, “Aku bertanya kepada ‘Atha’, lalu dia berkata, “Aku mendengar Ibnu ‘Abbas berkata, “Pernah suatu malam Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam mengakhirkan shalat ‘Isya hingga banyak orang tertidur, kemudian mereka terbangun, lalu tertidur lagi, kemudian terbangun lagi.” ‘Umar bin Al Khaththab lalu berdiri dan berkata, “Shalat.” ‘Atha’ berkata, Ibnu ‘Abbas, “Maka Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam kemudian keluar dengan meletakkan tangan pada kepala, seakan aku melihat rambut beliau basah meneteskan air. Beliau kemudiaan bersabda: “Seandainya tidak memberatkan ummatku, niscaya aku akan perintahkan mereka melaksanakan shalat ‘Isya seperti waktu sekarang ini.” Aku (Ibnu Juraij) kemudian menanyakan kepada ‘Atha untuk memastikan kenapa Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam meletakkan tangannya di kepalanya seabgaimana yang diberitakan oleh Ibnu ‘Abbas. Maka ‘Atha  merenggangkan  sedikit  jari-jarinya  kemudian  meletakkan ujung jarinya  di  atas  sisi kepala,  kemudian  ia  menekannya  sambil  menggerakkan  ke  sekeliling  kepala  hingga  ibu jarinya menyentuh ujung telinga yang dimulai dari pelipis hingga pangkal jenggot. Dia melakukannya tidak pelan juga tidak cepat, kecuali sedang seperti itu. Lalu Beliau bersabda: “Seandainya tidak memberatkan ummatku, niscaya aku akan perintahkan mereka melaksanakan shalat seperti waktu sekarang ini.”